Penting: RUM Bukan Layanan Kesehatan ‘Antiobat’

Shella Rafiqah Ully -
Istilah RUM atau Rational Use of Medicine sering disalahartikan sebagai tindakan antiobat. Salah kaprah memahami istilah ini biasanya kerap terjadi pada orang tua yang keukeuh menolak memberikan obat pada anaknya yang sakit karena berasumsi tubuh punya mekanisme sendiri menyembuhkan penyakit. Padahal sesuai sebutannya dengan kata rasional, yang harus dilakukan orang tua adalah memberikan obat secara bijak dan bukannya malah menjadi antiobat.

Penting: RUM Bukan Layanan Kesehatan ‘Antiobat’

Lantas, bagaimana penerapan RUM seharusnya? Lemonilo mewawancarai dr. Arifianto, Sp.A atau yang kerap disapa Dokter Apin untuk mengulik lebih dalam penggunaan istilah Rational Use of Medicine dan penerapannya secara benar pada keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Simak jawaban lengkap dari dr Apin berikut.

Bagaimana pengertian RUM yang sebenarnya ya, Dok?

RUM adalah terminologi yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 1986 dan belakangan cukup populer di Indonesia. Istilah RUM lebih spesifik ke arah penggunaan obat yang bisa digunakan secara rasional sesuai dengan tiga indikator; tepat indikasinya (sesuai dengan diagnosis), tepat dosisnya (dosis obat untuk anak dan orang dewasa berbeda), dan bisa didapat dengan harga yang termurah atau generik.

Berdasarkan RUM, penggunaan obat harus didasarkan pada tiga hal: tepat diagnosis, tepat dosis, dan didapat dengan harga yang murah atau generik.
Namun, dalam perjalanannya definisi RUM meluas dan tidak terbatas hanya seputar obat saja. Di Indonesia ada yang kemudian punya persepsi lain tentang RUM. Salah satunya adalah saat seseorang merasa sudah mendapatkan layanan kesehatan yang sesuai kebutuhan (selain obat), maka itu artinya ia sudah menerapkan RUM. “...dan ini tidak masalah,” ujar dr Apin.

Pada kondisi seperti apa RUM ini bisa diterapkan untuk keluarga?

Pada semua kondisi RUM bisa diterapkan, apalagi RUM tidak hanya terbatas pada obat tapi juga layanan kesehatan. Jadi, ketika seorang pasien datang konsultasi ke dokter saat sedang sakit lalu mereka mendapatkan diagnosis yang tepat, mendapat obat sesuai diagnosis juga, dan akhirnya diberi pilihan atau penjelasan mengenai terapi yang berkaitan dengan kondisi kesehatannya artinya pasien sudah mendapatkan layanan berbasis RUM. 

Ada yang mengaitkan RUM dengan istilah ‘sedikit-sedikit jangan minum obat’, bagaimana penjelasannya?

Ada yang mengaitkan RUM dengan istilah ‘sedikit-sedikit jangan minum obat’, bagaimana penjelasannya, Dok?

Perlu ditegaskan kalau sebenarnya RUM ini bukan antiobat, melainkan sebuah terminologi untuk menggunakan obat secara bijak dan rasional sesuai dengan indikasi serta diagnosis. Jadi, kalau diagnosisnya butuh obat ya berikanlah obat! 

Sebagian orang mengatakan mereka yang ikut prinsip RUM artinya mereka ‘antiobat’. Kesannya, apapun sakitnya nggak perlu minum obat dulu padahal sebenarnya tidak seperti itu. Sekali lagi, RUM hanyalah layanan kesehatan yang berbasis diagnosis dan penanganan yang rasional.

Sebenarnya kita perlu nggak nyetok obat sendiri di rumah untuk keluarga?

Sebenarnya setiap orang memang harusnya punya bekal untuk pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan, artinya kita hanya perlu menyiapkan obat yang sifatnya gawat darurat saja. Tidak perlu menyimpan obat selain yang dikategorikan sebagai ‘obat gawat darurat’ karena dikhawatirkan terjadinya irrasional use of medicine.

Jika disesuaikan dengan prinsip RUM, maka obat yang harusnya disediakan di rumah adalah jenis obat life saving seperti antiseptik dan perban untuk pertolongan pertama pada luka atau oralit untuk pertolongan pertama saat diare hingga dehidrasi. Untuk jenis obat lain yang berkaitan dengan gejala simptomatik seperti obat maag, asam lambung, migrain harus berhati-hati menyimpannya karena ini berkaitan dengan kondisi yang harus dikonsultasikan ke dokter (tepat diagnosis dan dosis).

Apa pesan penting yang perlu diketahui masyarakat terkait RUM?

Apa pesan penting yang perlu diketahui masyarakat terkait RUM?

Sesuai terminologinya, RUM adalah penggunaan obat yang rasional dan sesuai diagnosis. Jadi, kalau pasien atau konsumen kesehatan datang ke dokter pastikan untuk benar-benar mendapatkan layanan dalam tiga hal diantaranya; tau apa diagnosis dan ini harus dalam bahasa medis (konsumen kesehatan punya hak untuk tahu lebih detail informasi tentang kesehatannya), tahu apa terapinya sehingga konsumen bisa lebih yakin terhadap penanganannya, dan terakhir tahu kapan harus kontrol atau periksa kembali.

Penggunaan obat yang tidak rasional masih sering kita jumpai. Pun, salah kaprah memahami istilah medis masih juga terjadi dalam praktik kehidupan sehari-hari. Semoga upaya Lemonilo sebagai healthy lifestyle ecosystem untuk terus menghadirkan informasi kesehatan yang akurat dan bersumber dari ahli di bidangnya ini dapat membantu memberikan informasi yang benar sebagai upaya menghindari kesalahpahaman pada masyarakat agar nantinya tidak menimbulkan kerugian.

Bagikan Artikel