Kapan Waktu yang Tepat Mengajari Si Kecil Toilet Training?

Shella Rafiqah Ully -
Toilet training adalah proses mengajari anak untuk menggunakan toilet seperti orang dewasa saat akan buang air besar dan buang air kecil. Di tahap ini, anak-anak diajari untuk sadar bahwa mereka sudah tidak boleh lagi buang air kecil dan buang air besar pada popok seperti biasa. Lalu, kapan sebenarnya waktu yang tepat bagi orang tua untuk mulai mengajari toilet training pada si kecil?

Sama seperti kemampuan berbicara, berjalan, dan tidur sepanjang malam, waktu setiap anak untuk bisa memulai toilet training juga berbeda-beda. Tidak ada usia pasti atau pakem usia tertentu yang bisa dijadikan patokan usia tepat untuk mulai mengajari mereka buang air sendiri di toilet. 

Orang tua bisa mulai melatih anak belajar menggunakan toilet saat mereka menunjukkan tanda-tanda ketertarikan. Biasanya, ini bisa terlihat dari pertanyaan mereka seputar toilet dan kursi toilet, popok, minta menggunakan celana sendiri atau malah bisa dimulai saat mereka memberi tahu orang lain saat ingin buang air besar dan buang air kecil.

Manfaat Ajarkan Si Kecil Toilet Training Sejak Balita

Apa saja manfaat yang didapat orang tua saat mengajarkan toilet training pada anak di usia tumbuh kembang mereka? Berdasarkan buku Toilet Training: Getting it Right the First Time yang ditulis oleh Barton D. Schmitt (2004) dan Toilet Training More Beneficial when Started Early yang ditulis oleh Scott Tenant (2010) salah satu manfaat mengajarkan toilet training pada balita bisa mengembangkan self control dan self adjustment skills pada diri mereka. 

Maksudnya, jika biasanya saat menggunakan popok si kecil bisa merasa buang air besar atau buang air kecil secara bebas tanpa rasa takut (karena dilindungi oleh popok), kini mereka harus bisa mengontrol dirinya. Saat mulai belajar toilet training, tiap kali ingin buang air kecil dan buang air besar mereka dituntut untuk belajar menahan diri sampai setidaknya berada di toilet. Ini juga mengajari si kecil bahwa tidak setiap kebutuhannya itu langsung bisa dipenuhi, namun juga harus ada pengendalian diri yang cukup.

Selain self-control dan self-adjustment skills, seorang balita juga akan belajar untuk bersikap lebih mandiri dan percaya diri. Dengan menggunakan toilet, ia belajar untuk mandiri dan tak bergantung pada popok yang dulu pernah dipakainya. Selain itu, saat ia berhasil tidak bergantung lagi dengan popok, maka kepercayaan dirinya akan meningkat. Bukan tidak mungkin, hasratnya untuk belajar tentang hal-hal baru akan tumbuh seiring keberhasilannya belajar menggunakan toilet. 

Keuntungan lainnya adalah dari segi ekonomi. Jadi, biaya yang biasanya digunakan untuk membeli popok dapat disimpan untuk keperluan lain. Gimana, Lemomoms dan Lemodad? Sudah ada tanda-tanda belum kalau si kecil mulai bisa diajak untuk toilet training?
Bagikan Artikel