Ide Main Bersama Anak Saat Bulan Puasa

Shella Rafiqah Ully -
Menyempatkan waktu untuk bermain bersama anak jadi hal yang sangat penting bagi setiap orang tua. Selain karena bermain penting untuk perkembangan dan pendidikan anak, ini juga dapat membangun kedekatan emosi antara anak dan orang tua. Bermain adalah bahasanya anak-anak, jadi cobalah terhubung dengan mereka lewat bermain. Apalagi saat bulan Ramadan dan sang anak sudah mulai belajar berpuasa, main bersamanya malah bisa menjadi salah satu cara untuk mengalihkan mereka dari rasa lapar dan lemas seraya menunggu waktu berbuka tiba.

Permainan yang bisa dilakukan di rumah juga beragam, tak perlu mainan mahal ataupun ribet. Orang tua bisa memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah, bahkan bisa pula mengajaknya turut beraktivitas bersama namun diselingi dengan ide bermain. Berikut 3 ide bermain bersama anak yang bisa ibu dan ayah lakukan saat bulan puasa!

1. Mainkan Permainan yang Membutuhkan Impulse Control

1. Mainkan Permainan yang Membutuhkan Impulse Control

Menurut Psikolog Anak Adisti F Soegoto, M.Psi yang diwawancarai Lemonilo, permainan yang membutuhkan impulse control dapat membantu mengembangkan self control pada anak. Pada umumnya, anak mulai mengembangkan self control pada usia 3,5 hingga 4 tahun. Pada masa-masa ini orang tua bisa bermain bersama anak bermain sambil membimbingnya dalam hal pengelolaan emosi.

Misal, orang tua bisa mengajak anak main dance disertai musik. Putar musik dan minta anak untuk menari, saat orang tua mematikan musik tiba-tiba anak juga harus ikut berhenti. Bisa juga ajak anak main dengan membedakan tanda. Caranya, ambil dua piring kertas lalu beri warna berbeda pada keduanya. Misal, piring biru dan piring hijau. Gunakan piring hijau untuk aba-aba anak harus mulai berjalan dan piring biru sebagai aba-aba berhenti, lalu minta anak anda mengikuti aba-aba yang anda berika

2. Ajak Main Story Board untuk Merangsang Kemampuan Bahasa dan Sosialnya

2. Ajak Main Story Board untuk Merangsang Kemampuan Bahasa dan Sosialnya

Story board bisa dibuat dengan bahan-bahan sederhana yang ada di rumah. Misal, ajak anak main story board tentang kisah ‘Si Kancil Mencuri Mentimun’ dengan kisah sederhana. Siapkan papan flanel atau story board dan buat banyak gambar misal dari flanel aneka warna atau dari gambar sederhana yang dicetak dan ditempelkan di atas kardus tebal. Selanjutnya, mulai ceritakan pada anak tokoh-tokoh pada kisah tersebut dan beri mereka stimulus dengan menceritakan awal mula kisah, baru selanjutnya biarkan anak-anak dapat memilih atau mengarang cerita sendiri yang disukainya. Ini baik untuk menstimulus perkembangan bahasa dan sosial anak.

3. Kenalkan Anak Pada Permainan Tradisional