Amankah Puasa Bagi Ibu Menyusui?

Shella Rafiqah Ully -
Ramadan jadi bulan di mana orang-orang berlomba ingin beribadah, namun bagi ibu menyusui ini kerap jadi momen yang memunculkan perasaan gundah. Meski aturan agama membolehkan para ibu menyusui untuk tidak berpuasa selama Ramadan, nyatanya masih banyak Busui yang tetap ingin menjalankannya. Ini bisa dipahami mengingat puasa Ramadan hanyalah kesempatan yang datang sekali dalam setahun dan setiap orang ingin menunjukkan ketakwaan pada agamanya, namun di sisi lain ibu hamil tentu juga khawatir akan kebutuhan gizi dan nutrisi yang tidak tercukupi jika ia akhirnya berpuasa.

Lantas, apa saran dokter untuk Busui yang tetap ingin berpuasa? Lemonilo berbincang bersama dr. Ranti Astria Hannah, SpA untuk mengetahui apa saja yang harus ibu menyusui siapkan jika ingin tetap berpuasa. 

Menurut dr. Ranti, Ibu yang sedang dalam masa pemberian ASI Ekslusif pada bayi tidak disarankan untuk berpuasa lebih dulu karena pada masa ini makanan dan nutrisi bayi hanya bersumber dari ASI. Pada masa ASI Ekslusif ibu harus terus menjaga nutrisi yang mencukupi bagi tubuh, bukan hanya untuk dirinya sendiri namun juga untuk produksi ASI agar dapat menjamin bayi mendapat asupan gizi dengan baik pula. 

Sebuah penelitian yang berjudul The Effect of Ramadan on Maternal Nutrition and Composition of Breast Milk pada tahun 2006 menjelaskan status gizi wanita yang menyusui dipengaruhi oleh puasa. Ada perbedaan zat gizi mikro yang signifikan pada ibu hamil yang berpuasa seperti menurunnya kadar zink, magnesium dan kalium pada tubuh. 

Pun, saat puasa di bulan Ramadan kemungkinan tubuh ibu untuk kekurangan cairan jadi lebih besar. Ini akan berdampak pada jumlah produksi ASI yang dihasilkan. Apalagi proses menyusui membuat ibu menjadi sangat gampang haus,sehingga saat tetap menyusui di bulan puasa maka rasa haus ini bisa jadi berlipat-lipat rasanya. “Bayangkan jika biasanya ibu menyusui menghasilkan 1-2 liter ASI per harinya, maka sejumlah itu juga cairan yang harusnya diganti untuk masuk ke tubuh ibu,” terang dr. Ranti.

Saat memutuskan puasa, ibu harus benar-benar menjaga cairan dan nutrisinya karena saat cairan pada tubuh berkurang maka produksi ASI turut berkurang. Ibu harus memastikan bahwa produksi ASI-nya selama puasa cukup untuk membuat bayi tumbuh dengan baik.

Kondisi tiap ibu dan bayi juga tentu berbeda. Jadi, jika Busui ingin memutuskan puasa disarankan untuk konsultasikan ke dokter lebih dulu. 
Bagikan Artikel

Produk Dalam Artikel Ini