6 Cara Menciptakan Waktu Berkualitas Bersama Si Kecil di Tengah Kesibukan Orang Tua

Shella Rafiqah Ully, Adisti F. Soegoto -

Masyarakat kita telah berkembang dengan sangat kompleks. Pun demikian dengan peran yang kita jalani sehari-hari, semakin beragam dengan tuntutannya masing-masing. Tidak jarang kita sampai pontang-panting antara satu tugas dengan tugas lainnya hingga kita overwhelmed. 

Dampaknya, relasi kita sebagai orang tua dengan si kecil ikut terpengaruh. Rasanya, waktu kita habis untuk mengurus banyak pekerjaan atau tugas lain dan jadi tidak punya waktu untuk bersama dengan si kecil. Tanpa mengurangi pentingnya kuantitas, waktu singkat yang kita punya sudah seharusnya digunakan secara berkualitas dengan si kecil. 

Baiknya, Lemoparents mengusahakan adanya waktu berkualitas bersama si kecil paling tidak 30 menit setiap harinya. Hanya Lemoparents bersama si kecil ya. No gadgets, no distractions, just having fun. Lalu, aktivitas apa saja yang dapat Lemoparents lakukan bersama si kecil untuk memanfaatkan waktu yang terbatas agar tetap berkualitas?

1. Lakukan Kegiatan yang Bersifat Interaktif

Pastikan kegiatan yang akan dilakukan bersama si kecil bersifat interaktif. Jadi, kalau anak bermain puzzle dan Lemomoms hanya duduk manis di sebelahnya ini masih kurang unsur interaksinya. Lemomoms dapat bermain ci-luk-ba pada anak yang masih kecil, tebak-tebakan atau main ampar-ampar pisang dengan anak yang lebih besar.

2. Masukkan Unsur Edukasi Pada Permainan yang Dilakukan

Jika anak sedang belajar pengenalan huruf, Lemomoms dapat mengajaknya bermain mencari sebanyak-banyaknya huruf A yang ada di sebuah kemasan makanan. Jika anak mulai belajar membaca, Lemomoms dapat mengajak anak mencari kata ‘ikan’ pada buku menu di restoran. Bermain pasar-pasaran dengan menggunakan sayur-sayuran yang dibeli hari itu juga mengajarkan banyak manfaat. Si kecil dapat belajar pengenalan sayur dan buah, juga belajar matematika melalui role play jual beli.

3. Ajak Anak Belajar Memahami Aturan dari Permainan Sederhana

Jika anak masih butuh bantuan untuk mengendalikan dirinya, kita bisa mengajaknya bermain dengan menambahkan peraturan. Cukup aturan sederhana yang mudah dipahami oleh anak. Misalnya saat bermain bubble, kita ajak anak untuk pecahkan bubble dengan jari telunjuk. Bubble yang dihitung hanya bubble yang dipecahkan dengan jari telunjuk saja. Dalam hal ini anak belajar mengenai term and condition. Ada aturan yang harus diikuti dan ada konsekuensi jika tidak mengikuti aturan tersebut. 

Bubble juga dapat diganti dengan bermain tepuk balon. Lemomoms bersama anak mengoper balon dengan cara disentuh bagian tubuh tertentu. Bisa dengan siku, tangan kanan, tangan kiri, bahu, pipi, atau jari jempol. Hitung berapa banyak tepukan sampai balon tersebut jatuh menyentuh tanah. Bagi anak yang terkesan kurang sabar, Lemomoms dapat menyisipkan hitungan dalam permainan. Misal, pada hitungan ke 5 anak akan melompat dan Lemomoms bisa menangkap. 

Permainan-permainan ini sebenarnya mengajarkan anak untuk mematuhi aturan dengan cara yang menyenangkan. Bagi anak, yang mereka rasakan hanya senang bermain tanpa mereka sadari ada nilai lebih besar yang mereka dapatkan dari permainan tersebut.

4. Tingkatkan Rasa Percaya Diri Si Kecil dengan Memberinya Tantangan Pada Permainan

Jika si kecil terlihat mudah menyerah saat menghadapi tugas yang sulit, Lemomoms dapat membantu meningkatkan rasa percaya dirinya dengan memberikan sedikit tantangan dalam permainan. Tantangan yang diberikan jangan terlalu sulit, sesuaikan dengan tingkat kemampuan anak. Jika anak mendapat tantangan yang terlalu sulit, mereka dapat menjadi frustrasi karena kegagalan berulang yang mereka alami. 

Bagaimana cara menentukan tingkat kesulitan yang sesuai dengan kemampuan anak? Beri kesempatan pada anak untuk melakukannya. Misalnya dalam permainan lempar bola ke keranjang, Lemomoms berdiri dengan jarak 2-3 meter dari anak sambil memegang keranjang dan minta anak untuk memasukkan bola ke dalamnya dengan cara dilempar. Coba amati, dalam 10 kali percobaan ada berapa bola yang dapat anak masukkan. 

Jika hanya masuk 3, apresiasi atas usaha anak dan dorong anak untuk mencoba lagi di putaran berikut. Lemomoms dapat berikan target 4 bola untuk masuk ke keranjang. Ada peningkatan target namun tidak terlalu jauh dari apa yang sudah anak raih, begitu seterusnya. Ketika anak berhasil memenuhi target yang diberikan, perlahan-lahan ia belajar mengembangkan rasa percaya dirinya bahwa ia mampu. 

5. Saat Anak Sedang Cemas atau Takut, Lemoparents Bisa Melakukan Hal-Hal yang Menenangkan

Jika anak sedang merasa cemas atau takut, Lemoparents dapat melakukan aktivitas yang menenangkan seperti memeluk anak sambil menyanyikan lagu. Lemomoms dapat membuat gerakan kecil mengikuti irama lagu saat anak berada dalam pelukan. Sentuhan, belaian, bahkan pijatan dari orang tua juga mampu membuat si kecil lebih tenang. Kegiatan ini bisa dijadikan rutinitas menjelang tidur sambil mengoleskan lotion kesukaan si kecil.

6. Lakukan Aktivitas Fisik yang Menyenangkan Bersama-sama

Bagi anak-anak yang aktif dan memiliki banyak energi, kita dapat bersama-sama melakukan aktivias fisik bersama mereka. Bermain bola bersama, petak umpet, tarik tambang dengan menggunakan kain, rough and tumble play, dan sebagainya.

Terakhir, saat bermain bersama anak, berikan 100% diri Lemoparents hadir hanya untuk anak. Jangan ‘menyambi’ dengan pekerjaan lain, terinterupsi oleh telepon atau pesan di HP, TV, atau bahkan bermain dengan anak ‘hanya’ demi konten di media sosial. Kehadiran Lemoparents seutuhnya merupakan investasi berharga bagi kesehatan mental anak. Selamat bersenang-senang dengan si kecil ya!


Artikel ini ditulis oleh Adisti F. Soegoto, M.Psi, psikolog anak dan seorang BFRP (Bach Foundation Registered Practitioner). Adisti menulisnya khusus untuk membantu orang tua menciptakan waktu yang berkualitas bersama anak.

Bagikan Artikel